Meriahkan Kreativitas dan Tradisi: Pentas Seni dan Budaya di SMK Kesehatan Al-Fath
SMK Kesehatan Al-Fath kembali menggelar sebuah acara yang sangat dinantikan oleh seluruh civitas akademika, yakni Pentas Seni dan Budaya. Acara ini tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas dan mengenal lebih dalam kekayaan budaya Indonesia.
Pentas Seni dan Budaya yang diadakan di aula utama https://smkkesehatanalfath.com/ ini berlangsung selama satu hari penuh dan diikuti oleh seluruh siswa dari berbagai jurusan. Tema yang diangkat pada pentas tahun ini adalah “Melestarikan Warisan Budaya Melalui Kreativitas Remaja”. Tema ini sangat relevan, mengingat generasi muda seringkali kurang mengenal kekayaan budaya asli bangsa mereka.
Acara dibuka secara resmi oleh kepala sekolah, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya seni dan budaya sebagai bagian dari pendidikan karakter. “Kegiatan seperti ini tidak hanya mengasah kemampuan seni, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap budaya bangsa,” ujarnya.
Salah satu daya tarik utama pentas seni ini adalah pertunjukan tari tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Siswa dari jurusan Keperawatan dan Farmasi dengan semangat menampilkan tarian Jaipong dari Jawa Barat, Tari Saman dari Aceh, serta Tari Pendet dari Bali. Kostum yang dikenakan pun dibuat sendiri oleh siswa dengan bimbingan guru seni, sehingga menambah keaslian dan keindahan pertunjukan.
Tidak hanya seni tari, pentas budaya juga menampilkan pertunjukan musik tradisional dan modern. Ada angklung yang dimainkan oleh siswa jurusan Kebidanan, serta penampilan musik akustik dengan lagu-lagu daerah yang dimodifikasi menjadi versi kekinian. Hal ini menunjukkan bagaimana budaya tradisional dapat dipadukan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai aslinya.
Selain pertunjukan seni, terdapat juga bazar budaya yang menghadirkan makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia. Siswa dan pengunjung dapat mencicipi jajanan seperti klepon, serabi, rendang, dan pempek. Bazar ini menjadi momen yang menyenangkan sekaligus edukatif, karena para siswa juga menjelaskan asal-usul dan cara pembuatan makanan tersebut kepada pengunjung.
Kegiatan pentas seni ini juga dilengkapi dengan lomba kreativitas yang meliputi lomba melukis batik, membuat kerajinan tangan dari bahan daur ulang, dan lomba pidato dengan tema budaya dan kesehatan. Lomba ini bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan budaya.
Salah satu siswa dari jurusan Farmasi, Rina, mengaku sangat antusias mengikuti acara ini. “Saya senang bisa belajar menari dan mengenal budaya daerah lain. Ini juga jadi pengalaman yang tidak terlupakan karena kami bisa tampil di depan teman-teman dan guru,” ujarnya dengan semangat.
Guru seni, Pak Agus, menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi pengembangan karakter siswa. “Selain mengasah kemampuan seni, mereka belajar kerja sama, disiplin, dan rasa tanggung jawab. Hal-hal ini penting untuk membentuk generasi muda yang kreatif dan berbudaya,” jelasnya.
Pentas Seni dan Budaya di SMK Kesehatan Al-Fath bukan sekadar acara tahunan, melainkan bagian dari upaya sekolah dalam mengintegrasikan pendidikan seni dan budaya ke dalam kurikulum. Dengan begitu, siswa tidak hanya siap secara akademis dan keterampilan kesehatan, tetapi juga memiliki jiwa seni dan rasa cinta terhadap budaya Indonesia.
Acara yang meriah dan penuh warna ini berakhir dengan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba dan foto bersama seluruh peserta serta panitia. Harapannya, kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan menjadi tradisi yang membanggakan bagi SMK Kesehatan Al-Fath.
Dengan adanya Pentas Seni dan Budaya, sekolah berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan inspiratif, sekaligus melestarikan budaya bangsa yang kaya dan beragam. Semoga generasi muda terus tumbuh dengan semangat kreativitas dan kecintaan terhadap budaya yang menjadi identitas bangsa Indonesia.

